Belajar Ding!

sudah 7 hari maria kerja di dinas baru, Dinas Perdagangan Provinsi NTB sejak tanggal 19 April 2017 dengan dasar SK mutasi per tanggal 13 April 2017. maria ditempatkan di bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) pada seksi Pemasaran Produk Dalam Negeri (PPDN).

begitu ditempatkan, langsung diperintahkan oleh ibu Kadis untuk ikut kegiatan Gelar Pasar Murah barang kebutuhan pokok di Lombok Timur dan Lombok Tengah tanggal 21 April 2017, menemani ibu kepala bidang dan staf PDN, saat itu kepala seksi PPDN sedang cuti, jadi maria belum bertemu. dari kegiatan itu, maria jadi bisa cepat membaur dengan teman-teman staf lainnya dan mendapatkan ilmu baru tentang kegiatan di PDN, seperti pesan ibu kabid di saat maria pertama kali masuk di bidang “maria harus belajar, berbaur dengan teman-teman dan mengendalikan ego, karena kita bekerja sebagai tim”. pesan itu tidak akan pernah maria lupakan.

tanggal 26 april 2017 maria bertemu dengan bapak kepala seksi PPDN, jadi beliau adalah atasan langsung maria tempat maria berkoordinasi dan yang berhak menanda tangani SKP maria. hari itu maria ikut menyelesaikan kelengkapan surat undangan kepada SKPD dan Distributor bapok, dan ikut mengantarkan surat ke alamat masing2, supaya maria bisa hafal alamat2 distributor bapok.

hari berikutnya tanggal 27 April 2017, maria ikut bantu2 kegiatan rapat koordinasi di hotel Drand Madani, di sana untuk pertama kali nya maria melihat langsung pak Sekda NTB, hahaha.

tanggal 28 April 2017, maria ikut kegiatan gelar sembako murah yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Konsumen Nasional (HARKONAS) 2017 di taman sangkareang, mataram. di sana jumlah distributor bapok dan UKM yang berpartisipasi jauh lebih banyak, kesempatan maria untuk mengumpulkan kontak person para distributor maupun principal bapok. di sana juga maria sempat foto dari dekat bapak wakil wali kota mataram dengan senyum manis nya, kyaaaaaaa.

kalo di pikir-pikir, sepertinya semenjak pindah kantor, maria bisa langsung melihat tokoh-tokoh besar NTB, hal yang tidak pernah bisa maria peroleh di kantor lama, rasanya beruntung banget 😊

bahkan, maria baru pertama kali berbicara langsung dengan bapak kepala dinas pertanian dan perkebunan saat pamitan pindah kantor, kemudian pertama kali berbicara dan ketemu langsung dengan ibu kepala dinas perdagangan saat pertama kali melapor masuk kantor baru, sangat berkesan bagi maria

1. Sekda Prov. NTB
2. Kadis Perdagangan Prov. NTB
3. Kadis Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB
4. Wakil Wali Kota Mataram

feel so lucky, bagia maria yang baru pindah dari kantor lama yg berlokasi di desa selama 6 tahun, ke kantor baru yang berlokasi di pusat kota Mataram.

Kantor Baru

ini adalah postingan pertama maria di tahun 2017 bukan karena tidak sempat untuk buat tulisan di bulan-bulan sebelumnya, tapi memang sudah banyak hal terjadi selama periode tersebut.

ini pasti menjadi solusi yang terbaik bagi maria dan bagi semua pihak. sudah 6 tahun maria lalui di kantor lama, banyak pembelajaran yang maria peroleh, anggap saja maria berada di tempat dan waktu yang salah selama 6 tahun itu.

sekarang maria sudah di tempat yang baru, memulai dari awal, belajar pengalaman dan ilmu baru yang berbeda dari latar belakang pendidikan akademis maria.

seperti kata Haruki Murakami :

saya muda, tangguh, dapat beradaptasi, dapat menutupi semua luka, menegakkan kepala, memulai dari awal dan terus maju

i’ve learn my lesson

Bali lagi

long weekend dari tanggal 10, 11, 12 Desember 2016, maria dan keluarga habiskan untuk berlibur ke bali lagi, selain dekat dengan lombok, memang bali tidak pernah membosankan,
kali ini kami menginap di Sawah Indah Villa, daerah Sidemen kabupaten Karangasem, tempatnya lumayan agak di perbukitandan banyak sawahnya dan agak dingin suhu nya

nyebrang dari pelabuhan lembar jam 01.30 pagi sampai di pelabuhan padangbai jam 07.00 pagi karna kapal nya agak lamban dan ngantri nyandar lumayan lama, kemudian keliling ke Kuta dulu sambil jemput Yuni, barulah menuju ke villa yg dituju

dengan harga cukup terjangkau, tipe family room menyediakan 2 double bad dan 1 single bad, jadi cukup untuk kami sekeluarga, vasilitas kolam renang, kamar mandi terbuka, bathtub, shower, toiletries dll, sangat nyaman menginap di Sawah Indah Villa, tidak heran rating nya bagus di Traveloka dan TripAdvisor

Generasi Indonesia

nama mereka Rizal dan Beri, anak-anak tetangga di rumah ibu, salah satu contoh gambaran generasi muda negara kita, dengan keterbatasan yang dimiliki tetapi tetap berusaha dengan kemampuan fisik yang dimiliki sebagai buruh serabutan

Rizal masih duduk di bangku tsanawiah setara SMP, orang tuanya bercerai dan diasuh oleh bibi nya, dia jadi buruh serabutan setiap pulang sekolah

Beri lain lagi, tidak lulus SD, tidak bisa baca tulis tapi masih melek mata uang, punya handphone untuk ditelpon saja, kesehariannya diisi jadi buruh serabutan karena tidak ada skill yang lain, ayahnya sudah meninggal, dia hidup dengan ibu dan adik perempuannya.

mereka bisa disuruh apa saja, mulai dari bersihkan halaman rumah, bersihkan kamar mandi, disuruh pergi2 cari sesuatu, buruh angkut2 barang dll. namanya juga serabutan penghasilannya bervariasi dan tidak tentu,

makanya maria sejak tahun 2015 menantang mereka untuk menabung sebagian hasil yang mereka dapat, nabung di maria, dan tabungan mereka hanya boleh diambil menjelang lebaran Idul Fitri setiap tahunnya. supaya ada yang mereka lihat hasilnya, tidak hanya dihabiskan untuk makan. hasil yang mereka peroleh setiap tahun lumayan loh apa lagi untuk anak2 usia mereka.

hanya itu yang bisa maria lakukan untuk mereka,sebagai rasa salut atas apa yang mereka lakukan, anak2 yang bekerja keras dengan keterbatasan yang dimiliki, hasil keringat mereka.

uang negara ini memang banyak dihabiskan untuk mengenyangkan orang-orang birokrasi, entah kapan bisa berubah

Bali

menikmati liburan walapun cuman sebentar di seputaran Kuta, GWK dan Sanur, baru nyadar ternyata gk sempat foto-foto di pantai sanur

sekedar cuci mata di Bali Mall Galeria, Discovery Kartika Mall dan Beachwalk, sambil cairkan telkomsel poin untuk makan, lumayan kan hohoho

bali itu memang tidak pernah membosankan, tetap pengen kembali walaupun sudah sering ke sana