Jujur Saja lyric

by: Johannes Rusli & Friends feat. Cassia Agata

  

siapakah dia
mampu mencuri hatiku
tak terbayangkan pesonanya
bukan ku tak tau
kau pun cinta pada ku
tak ku sangka
dua rasa ini terpadu
dan menunggu mu tuk

jujur saja
bila kau mencintai diri ku
yang slalu mencintai diri mu
jujur saja
bila kau mengingini diriku
menjadi milik mu
jujur saja
bila kau mencintai diri ku
yang slalu mencintai diri mu
jujur saja
bila kau mengingini diriku
menjadi milik mu

siapakah dia
membuat ku tersipu malu
tak ku sangka
dua hati ini tepadu
dan menunggu mu tuk

jujur saja
bila kau mencintai diri ku
yang slalu mencintai diri mu
jujur saja
bila kau mengingini diriku
menjadi milik mu
jujur saja
bila kau mencintai diri ku
yang slalu mencintai diri mu
jujur saja
bila kau mengingini diri ku
menjadi milik mu

Papan Penanda Isi Hati lyric

by: JKT48

source: darmawanalfan3

IMG_4150.PNG

Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Ooh
Aai yay yay yay

Lihat ke sini,
Sebentar saja
Ayo sadarlah pada
Keberadaanku

Lihat ke sini,
Lima detik pun
Lihatlah diriku
Yang didekatmu

Tetapi sebenarnya
Walau mata bertemu
Sebentar dan tidak sempat
Mengucapkan apapun

Papan penanda isi hati
Padahal jika kau melihat
Pasti akan mengerti
Perasaan ku

Jika disini aku tulis
Aku suka pada dirimu
Walau dada berdebar
Walau pun berkeringat
Bisa ungkapkan cinta

Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Ooh
Aai yay yay yay

Give me a change
Sekali saja
Berdo’a sendirian
Sambil menunggu

Give me a change
Kebetulan pun
Ayolah kau menengok
Ke arahku

Harus beranikan diri
Lalu mulai menyapa
Meski mudah diucapkan
Sulit tuk dilakukan

Papan penanda isi hati
Masukkan tangan dari mulut
Ganjalan hati itu
Ayo ambillah

Aku suka pada dirimu
Jikalau itu tersampaikan
Walau tidak dijawab
Walau tampak kesulitan
Bisa jadi hepi

Semua orang menyimpan
Kata-kata yang penting
Jauh di suatu tempat
Di dalam
Lubuk hati

Papan penanda isi hati
Padahal jika kau melihat
Pasti akan mengerti
Perasaan ku

Jika disini aku tulis
Aku suka pada dirimu
Walau dada berdebar
Walau pun berkeringat
Bisa ungkapkan cinta

Papan penanda isi hati
Hey coba lah
kau keluarkan
Hal yang terfikirkan
Terus teranglah

Jika tidak bisa diucapkapkan,
Cukuplah di tuliskan saja
Yang ingin di sampaikan,
Yang ingin diucapkan
Sadarilah tandaku

Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Ooh
Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Aai yay yay yay
Ooh
Aai yay yay yay

Sepatu lyric

by: TULUS

IMG_4069.PNG

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu.

Sewindu lyric

by : TULUS

20140810-073727 AM-27447606.jpg

Sudah sewindu ku di dekatmu
Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku pendam sejak lama

Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis merayumu

Setiap pagi ku menunggu di depan pintu
Siapkan senyum terbaikku agar cerah harimu
Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis
Di setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

Jujur memang sakit di hati
Bila kini nyatanya engkau memilih dia
Takkan lagi ku sebodoh ini
Larut di dalam angan-angan tanpa tujuan

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu
Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintu
Dan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

Venus di Ujung Jari lyric

by: mohax feat. 初音ミク

source : piapro.jp

20140705-113343 AM-41623208.jpg

Di atas sana aku menanti cahaya
Satu-satunya janji diantara kita
Aku ada di sini
Apakah kau di sana
Dan kita bawakan puisi

Ada venus di ujung jarimu
Ada senyuman yang ku tak sadari sendiri
Apa mungkin bisa aku katakan
Ada sesuatu yang kurasakan di hati ini

Aku ada di sini
Apakah kau di sana
Dan kita bawakan puisi

Ada venus di ujung jariku
Ada sentuhan yang tak ‘kan bisa menggapainya
Tapi mungkin mampu ku sampaikan
Ada sesuatu yang kutemukan di hati ini

Kadang venus di ujung jariku
Kadang venus di ujung jarimu
Cahayanya kadang ku tak sadari
Tapi kurasakan hangatnya di sampingmu

その高い場所で 僕は光を待つ
僕たちのたった一つの 約束
僕はここに
君はそこにいるの?
そして僕らは ある詩を語る

金星(ヴェナス)が 君の指先に
思わず浮かんだ 微笑み
僕には言えるのかな
この胸に感じた 何かを
この胸に感じた 何かを

僕はここに
君はそこにいるの?
そして僕らは ある詩を語る

金星(ヴェナス)が 僕の指先に
この感触は届かないまま
でも、伝わるでしょう
この胸に見つけた何かが

時に金星(ヴェナス)が 僕の指先に
時に金星(ヴェナス)が 君の指先に
その光に 気づかないときもあるけど
君のそばでぬくもりを感じている
その光に 気づかないときもあるけど
君のそばでぬくもりを感じている