Regulasi Perdagangan Dalam Negeri

berikut maria upload beberapa regulasi tentang perdagangan, khususnya yang mengatur bidang perdagangan dalam negeri

1. Undang Undang No 7 tahun 2014

2. Perpres No 71 tahun 2015

3. Keputusan Menperindag No 650 tahun 2004

4. Peraturan Kepala BAPEBBTI no 1 tahun 2010 – Persetujuan Penyelenggaraan Pasar Lelang Dengan Penyerahan Kemudian (Forward)

5. Permendag no 7 tahun 2017 – Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan

6. Permendag no 8 tahun 2017 – Penyelenggaraan Pendaftaran Perusahaan

7. Permendag no 16 tahun 2017 – Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Llelang Komoditas

8. Permendag no 20 tahun 2017 – Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok

untuk peraturan mengenai organisasi pemerintah yang mengatur tentang perdagangan

a. Peraturan Presiden no. 48 tahun 2015 – Kementerian Perdagangan

b. Peraturan Gubernur NTB no. 50 tahun 2016 – Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Daerah Prov. NTB

c. Lampiran II Pergub Nomor 50 Tahun 2016

di lain kesempatan maria akan menambahkan peraturan-peraturan terbaru terkait dengan perdagangan dalam negeri

#belajar

Advertisements

Belajar Ding!

sudah 7 hari maria kerja di dinas baru, Dinas Perdagangan Provinsi NTB sejak tanggal 19 April 2017 dengan dasar SK mutasi per tanggal 13 April 2017. maria ditempatkan di bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) pada seksi Pemasaran Produk Dalam Negeri (PPDN).

begitu ditempatkan, langsung diperintahkan oleh ibu Kadis untuk ikut kegiatan Gelar Pasar Murah barang kebutuhan pokok di Lombok Timur dan Lombok Tengah tanggal 21 April 2017, menemani ibu kepala bidang dan staf PDN, saat itu kepala seksi PPDN sedang cuti, jadi maria belum bertemu. dari kegiatan itu, maria jadi bisa cepat membaur dengan teman-teman staf lainnya dan mendapatkan ilmu baru tentang kegiatan di PDN, seperti pesan ibu kabid di saat maria pertama kali masuk di bidang “maria harus belajar, berbaur dengan teman-teman dan mengendalikan ego, karena kita bekerja sebagai tim”. pesan itu tidak akan pernah maria lupakan.

tanggal 26 april 2017 maria bertemu dengan bapak kepala seksi PPDN, jadi beliau adalah atasan langsung maria tempat maria berkoordinasi dan yang berhak menanda tangani SKP maria. hari itu maria ikut menyelesaikan kelengkapan surat undangan kepada SKPD dan Distributor bapok, dan ikut mengantarkan surat ke alamat masing2, supaya maria bisa hafal alamat2 distributor bapok.

hari berikutnya tanggal 27 April 2017, maria ikut bantu2 kegiatan rapat koordinasi di hotel Drand Madani, di sana untuk pertama kali nya maria melihat langsung pak Sekda NTB, hahaha.

tanggal 28 April 2017, maria ikut kegiatan gelar sembako murah yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Konsumen Nasional (HARKONAS) 2017 di taman sangkareang, mataram. di sana jumlah distributor bapok dan UKM yang berpartisipasi jauh lebih banyak, kesempatan maria untuk mengumpulkan kontak person para distributor maupun principal bapok. di sana juga maria sempat foto dari dekat bapak wakil wali kota mataram dengan senyum manis nya, kyaaaaaaa.

kalo di pikir-pikir, sepertinya semenjak pindah kantor, maria bisa langsung melihat tokoh-tokoh besar NTB, hal yang tidak pernah bisa maria peroleh di kantor lama, rasanya beruntung banget 😊

bahkan, maria baru pertama kali berbicara langsung dengan bapak kepala dinas pertanian dan perkebunan saat pamitan pindah kantor, kemudian pertama kali berbicara dan ketemu langsung dengan ibu kepala dinas perdagangan saat pertama kali melapor masuk kantor baru, sangat berkesan bagi maria

1. Sekda Prov. NTB
2. Kadis Perdagangan Prov. NTB
3. Kadis Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB
4. Wakil Wali Kota Mataram

feel so lucky, bagia maria yang baru pindah dari kantor lama yg berlokasi di desa selama 6 tahun, ke kantor baru yang berlokasi di pusat kota Mataram.

Generasi Indonesia

nama mereka Rizal dan Beri, anak-anak tetangga di rumah ibu, salah satu contoh gambaran generasi muda negara kita, dengan keterbatasan yang dimiliki tetapi tetap berusaha dengan kemampuan fisik yang dimiliki sebagai buruh serabutan

Rizal masih duduk di bangku tsanawiah setara SMP, orang tuanya bercerai dan diasuh oleh bibi nya, dia jadi buruh serabutan setiap pulang sekolah

Beri lain lagi, tidak lulus SD, tidak bisa baca tulis tapi masih melek mata uang, punya handphone untuk ditelpon saja, kesehariannya diisi jadi buruh serabutan karena tidak ada skill yang lain, ayahnya sudah meninggal, dia hidup dengan ibu dan adik perempuannya.

mereka bisa disuruh apa saja, mulai dari bersihkan halaman rumah, bersihkan kamar mandi, disuruh pergi2 cari sesuatu, buruh angkut2 barang dll. namanya juga serabutan penghasilannya bervariasi dan tidak tentu,

makanya maria sejak tahun 2015 menantang mereka untuk menabung sebagian hasil yang mereka dapat, nabung di maria, dan tabungan mereka hanya boleh diambil menjelang lebaran Idul Fitri setiap tahunnya. supaya ada yang mereka lihat hasilnya, tidak hanya dihabiskan untuk makan. hasil yang mereka peroleh setiap tahun lumayan loh apa lagi untuk anak2 usia mereka.

hanya itu yang bisa maria lakukan untuk mereka,sebagai rasa salut atas apa yang mereka lakukan, anak2 yang bekerja keras dengan keterbatasan yang dimiliki, hasil keringat mereka.

uang negara ini memang banyak dihabiskan untuk mengenyangkan orang-orang birokrasi, entah kapan bisa berubah

Kenangan MTQ

Brosur Gratis MTQ 2016

tahun 2016 ini NTB menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ nasional ke 26, katanya 43 tahun lagi event yang sama akan diselenggarakan di tempat yang sama lagi, jadi ini kesempatan langka untuk menonton langsung di tanah kelahiran

ngomong-ngomong soal kelahiran, ada sedikit rahasia kecil yang hanya beberapa orang saja yang tau mengenai cerita ini, dulu bapak kaget waktu maria lahir, dipikirnya bakal dapat anak laki-laki, ternyata perempuan lagi, hahaha jadi bapak dan ibu sama sekali gk punya persiapan nama untuk anak perempuan, jadinya gk sengaja Bapak baca koran tentang juara MTQ tahun 1985 hj. Maria Ulfa, alhasil dicopy lah nama itu untuk maria, harapannya maria bisa pintar ngaji seperti qoriah itu, tapi yaaahh harapan tinggal harapan, anaknya seperti sekarang ini, hahahaha

lanjutan ke cerita MTQ tahun 2016, maria dan keluarga hari kamis kemarin, ikut ngelihat pameran MTQ di selenggarakan di Islamic Center prov NTB tepatnya di Kota Mataram, yang tua-tua pada nontonin yang lomba ngaji, kita yang muda-muda ngeliatin pameran, maria gk bawa duit, cuman ngoleksi ngabilin brosur gratis dari stan-stan pameran, mulai dari stan kehutanan, bakorluh sampai stan gabungan semua hotel yang ada di Lombok, sampai-sampai penjaga stannya kasikan maria goody bag untuk taruh semua brosur yang maria tenteng, wkwkwkwk mereka yang jaga stan pada heran maria ini dari mana, tapi maria cuman jawab “rahasia”

Mengejar Direktur

Ini pengalaman pertama maria terlibat dalam kepanitiaan kegiatan kantor, sampai sekarang tidak tau apa alasan sebenarnya maria dimasukkan di dalam SK, minimal jadi menuh-menuhin SK saja, hahahaha

Paling unik di hari pertama event, sewaktu maria harus menyiapkan pengganti perjalanan untuk para direktur, mulai dari Dirjen Tanaman Pangan, Direktur Perbenihan TP, Direktur Akabi, Moderator, narasumber dari Balitpa, Balitkabi dan Balitser, yang nilai nya bervariasi. Serunya sewaktu harus stand by menunggu semua kwitansi perjalanan ditanda tangani, maria selesaikan di hari yang sama, mengingat harus mengejar waktu sebelum keberangkatan mereka kembali ke daerah asal. begitu sudah dapat mengamankan semua dokumen yang diperlukan, langsung buat kwitansi untuk ditanda tangani, sambil berjalan bolak-balik dari kesekretariatan menuju venue utama, atau lapangan atau tenda VIP, jari tengah dan kelingking kaki kanan agak lecet jadinya, karena gk terbiasa pakai sepatu, hohoho

jadi kesannya seperti mengejar para Direktur 🙂 untungnya ada panitia pusat yang membantu untuk memudahkan memonitor “pergerakan” para direktur agar mudah didekati, hahaha

dan tadaaaaa pekerjaan utama selesai, begitu event selesai nanti, tinggal melengkapi kekurangan dokumen saja dan siap diserahkan ke bendahara. semoga dipermudah, amin.

pengalaman pertama  terlibar di balik event nasional, walaupun ditak terlalu terlibat banyak, tapi paling tidak bisa mendapat pengalaman, sesuatu untuk dikenang.